” Pijar Rasa dalam do’a Ibunda”

 

Bu,

Batinku tersebut kerinduan suap jarimu

saat ku kanak,

saat genggam hangatmu menuntunku

bersekolah.

 

Bu,

Benakku memanggilmu seperti ketika ku

pulang dengan peluh,

dan seekor kancil hasil jeratku.

 

Bu,

Biar terus ku kecap kasihmu agar tak lapar

agar tak dahaga,

Agar ku tega jauh darimu sebentar,

 

Bu,

Ribuan langkah ini bukan pemisah

sentuhmu,

Tapi luasnya hatimu melepasku kepada

waktu.

 

Benarkah udara lembab ini air matamu

bu?

Panjang nafasku tersengal menghirup

rindu.

Apakah laut biru itu air matamu bu?

 

Jauh dalam kurenangi hamparan rindu.

Kurasa air mata ini air matamu bu,

Tak habisnya rindu ini melinang basahi

puisiku padamu..

 

Pada pagi yang menghampiri

ku’meminang senyummu

dengan puisi rinduku

Ibu…

 

” Memintal kasih, pada pijar terkasih senyum yang welas asih”