aku ingin melukis suaramu di dinding kamarku

 

yang masih terekam jelas di pundi ingatanku

 

aku tak memerlukan crayon untuk memulasmu

 

karena engkaulah warna itu sendiri

 

yang mencipta bening

 

menumpah kontras

 

pada pilar lekuk sang kuas

 

 

 

biar

 

biarkan aku puas

 

menatap sketsa gelombang nafas

 

pada lekatnya kanvas

 

yang mencumbu setiap ruas

 

 

 

“bisikmu pada hening subuh masih membekas”

 

membawaku hanyut untuk slalu napak tilas

 

lukisan maya…

 

menghapusmu

 

perlu perjuangan keras…