Ronggeng Perempatan X-Urang ‘Bw’

 

 

Ronggeng Perempatan X-Urang ‘Bw’

lampu hijau berganti merah
kerumunan makhluk besi menderu tak
sabar
menunggu lampu hijau kembali menyala
itulah waktu pentas
di atas panggung aspal terik
pentas kehidupan lebih dari sekedar
menghibur
perempuan dengan bedak menor dan
celana sebetis
pembetot tali ke atas aspal keras dan
panas
splassh ……….. plashhhhhhhhhhhhhh
separangkat gong bertalu dari sudut luar
jalan
mengiring jatilan dengan lakon tunggal
sang perempuan
bertubuh kurus meliuk di bawah terik tak
kenal ampun
seperti keledai kesakitan bisul di
selangkangannya
splasssshhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh …
splash!!!!!!!
tarian harus dihentikan
saatnya mengumpul rejeki
dari mata yang berwelas asih
sebelum waktu pentas berakhir
tat kala lampu merah berganti hijau
splassssssssssss ………splashhhhhhhhhh
bunyii uang logam dan kertas seribuan
bercumbu
dalam tangkup kumal saksi
perbendaharaan kelas syudra
dan dia menghitung
delapan ratus rupiah
jatilan ini harus terus terulang
pinggul kurus tak tersentuh gizi dua jaman
kembali meliuk seperti keledai dengan
bisul di selangkangan

di atas aspal panas tak bersahabat ini
peluang hidup hanya antara lampu merah
dan lampu hujau
ingin kuganti lampu itu dengan yang hitam
atau belang-belang
agar mereka trpesona pada lampu
dan lupa pada kekumalan kami
manusia syudra yang bahagia dengan
recehan

terimakasih Tuhan
terimakasih mentari yang terik
terimakasih asap knalpot yang menyengat

terimakasih kekerasan jalan dan hidup
tanpa semuanya ini
tak akan ada tarian
jatilan hidup di perempatan X-Urang

saling beradu