Sebelum tersusul senja,

bayangmu ada di balik sana

menghadap angka angka susun sempurna,

untuk sebuah cinta

untuk setia dan selalu ada

untuk sebuah kasih yang kao pahat disini

dibalik tulang dada teratas nama rasa

kau lempar senyum ramah, pada tuts terjamah

sekian, sekian dan sekian

kesana, kesini, dan untuk mereka

berlebih kau beri…

tidak, itu sudah semestinya

sautmu tak bergeming menyanding mesin

terimakasih, sahutku senang bergelimang pada malu yang ngilu

Lantas,

aku terpekur pada jejakmu yang berlalu

mengejar gema di antara senja

menyisa sketsa harum tak beraroma

Ya, Pengabdian untuk sesama

setidak-tidaknya atasku untuk mereka

riuhku bergerimis doa

menyusur tasbih pada lorong rahmah-Nya

kini, kala senja tak bersaga

wangi doa berkejaran bersama hujan

kala pekik bertalu talu tertanda menjemput adzan