Inay…

putriku, permata shapire dari keagungan kasih

pada ragamu yang tidak terlahir dari rahimku

kemarilah nak,

kurengkuh engkau pada pelukku

kita berbincang pada ruang rasa

membincang  dunia pada gemuruh jiwa

akan ada pelangi di awan kita

akan ada mejikuhibiniu di kehangatan kita

elok bukan nak?

Inay…

si hati jernih dari samudra pengelana

dekatlah nak,

kita berjajar, bermusafir pada semesta

membagi rahmah pada jiwa-jiwa yang terluka

menyalur hangat pada sepi yang memenjara sesama

indah bukan nak?

Inay…

si mata bening dari pualam keindahan

mari nak, kita bergandeng tangan

menelusur sungai-sungai pengabdian

membagi kasih pada rengkuh yang terabaikan

sesekali, celupkan kaki pada jernihnya berbagi

ikatkan hati pada simpul peduli

lihatlah nak hangat bukan?

Inay…

putriku yang mengetuk kesunyian

menawar hangat pada kebekuan

pencair pada ujung ke’keluan

kupatutkan wajahku didepan cermin

nyatalah senyumu yang menyerupa angin

maka,

sungguh bukan apa dan seberapa yang bisa kita banggakan nak,

akan tetapi apa yang bisa kita baktikan.

lagi-lagi senyum renyahmu mengangguk dari kejauhan

menawar ribuan perih dengan kehangatan

salam bunda siang ini nak

begitu, liburanmu semoga menyenangkan:)