Anakku, apa kabar sayang ?

Kamu memang belum tercipta untukku, bahkan ummi mu saja abi tak tahu siapa. Yang jelas sejak sekarang abi sangat sayang padamu, jundi kecilku.

Rasa sayang ini memang tak nyata, tapi kamu tahu, rasa ini yang tetap memberikan abi semangat untuk terus memperbaiki diri. Abi tak ingin mengecewakanmu nanti.

Wujud sayang abi sekarang tak bisa dilakukan dengan dekapan hangat saat malam mulai dingin. Tak bisa juga dengan kecupan sayang saat kau ingin tidur karena kelelahan bermain. Tidak, Tidak bisa.Yang bisa abi mu lakukan saat ini cuma persiapan diri menjadi abi yang baik untukmu. Abi ingin mendidikmu menjadi anak yang sholeh dan sholehah, tapi sebelumnya abi harus jadi seperti itu dulu (walaupun itu berat sayang…)

Abi juga ingin kamu patuh kepada kami, orang tuamu. Caranya adalah dengan kami patuh dulu terhadap orang tua kami masing-masing. Sehingga nantinya kamu bisa mengikuti jejak kami.

Abi ingin sekali kamu hapal Al-Qur’an sejak kecil, tak seperti abi yang telat dan terbata-bata hapalan Qur’annya. Kamu pasti bisa sayang, abi yang akan mengajarimu langsung nanti. Doakan ya.

Abi juga ingin kamu jadi anak yang cerdas. Karena itu abi sedang berproses mencerdaskan diri abi. Abi harus ningkatin nilai-nilai akademik abi. Abi malu sama kamu sayang, jika nilai abi nanti pas-pas an. Ga mau donk, nilai abi kalah ma kamu. Masih ada kesempatan bagi abi untuk memperbaiki itu semua.

Abi juga ingin berfisik kuat, jadi nanti saat kamu ingin digendong ataupun pengen main kuda-kudaan, abi ga gampang ngos-ngosan. Makanya abi terus melatih fisik abi dengan olahraga.

Abi sungguh tak ingin kamu gampang sakit, karena tak tega melihatmu menderita karena sakit. Karena itu abimu ini harus tetap sehat, biar ga gampang sakit juga. Pun nantinya kamu sakit, abi punya kemampuan fisik yang kuat menjagamu, melewati masa-masa sulitmu.

Sayangku, penerus generasiku nanti..

Abi juga tak ingin hidupmu nanti terlantar, karena itu abi sedang mempersiapkan keuangan yang cukup untukmu. Abi sedang membangunkan bisnis kecil-kecilan untukmu. Insya Allah jika sudah tiba masanya dan kamu bisa memikul tanggung jawab ini, aku akan menyerahkan ini padamu. Tak perlu menunggu kamu lulus, abi ingin kamu belajar mengenai bisnis sedari kecil.

Karena kamu tahu kan sayang bagaimana Rasulullah saat beliau masih kecil ? Beliau juga berbisnis. Sungguh, melalui bisnis kita bisa mempelajari banyak hal. Kepercayaan, kejujuran, komitmen, pelayanan yang baik, dan segudang pengalaman berharga yang tak kau temukan jika hanya menjadi karyawan saja.

Ah, maaf ya sayang. Rasanya abi terlalu banyak meminta padamu. Abi terlalu bersemangat untuk membentukmu menjadi generasi Islam yang super. Entahlah, mungkin karena abi kecewa dengan masa kecil abi yang tak hebat, atau kecewa dengan kondisi bangsa ini yang tak maju-maju. Abi ingin melalui kamu, kamu bisa mempengaruhi rekan-rekan sepermainanmu untuk membentuk komunitas anak muda yang bersemangat dalam meluruskan kebobrokan negeri dan masyarakat ini.

Doakan abi ya nak, biar segala persiapan abi ini berjalan mulus. Hingga saatnya nanti, kamu benar-benar hadir didunia ini, bersama ummi yang hebat pula, kami berjanji akan memberikan yang terbaik untukmu. Jundi kecilku.

Ditulis dengan cinta..
dari abimu..